Tiga pemain Persipro Probolinggo, Mengemis
Tiga pemain Persipro Probolinggo, terpaksa meminta sumbangan dan
mengemis di jalanan Kota Probolinggo, karena gaji dan uang kontrak
mereka tidak dibayar para pengurus. Padahal kompetisi sudah usai. Uang
hasil mengemis dan meminta-minta itu kemudian digunakan untuk membayar
uang kos, serta membiayai kebutuhan hidup sehari-hari.
Saat didatangi di rumah kos mereka, Jumat (6/7/2012) sekitar pukul
15.30 Wib, dua dari tiga pemain asing itu, yakni Sylla Mbamba asal Mali,
dan Camara Abdoulaye Sekau dari Geunea, mengatakan uang hasil mengemis
mereka saat ini masih tersisa. “Kalau nggak keliru masih sisa Rp 1,5
juta,” terang Sylla Mbamba.
Kendati satu komplek, ketiga pemain asing itu mengontrak kamar
sendiri. Sylla Mbamba di kamar nomor 09, Camara Abdoulaye Sekau sekamar
bersama istri dan anaknya menempati nomor 24. Dua kamar tersebut harga
kontraknya sebesar Rp 525 ribu setiap bulannya. Sedang Salomon Begondo
tidur di kamar 13 yang hanya Rp 350 ribu per bulannya. Untuk keperluan
makan, mereka makan di luar.
Camara Abdoulaye Sekau dan istrinya mengaku untuk memenuhi kebutuhan
hidupnya, dibutuhkan dana sekitar Rp 2 juta. Selama tiga bulan itu
mereka menggunakan uangnya sendiri.
Retno Handayani, istri dari Camara Abdoulaye Sekau, mengatakan bahwa
saat ini dirinya masih punya utang ke warung, dan sewa kontrakan bulan
Juli belum dibayar.
