Curi Ternak, Duda 3 Anak Ditembak
Berusaha melawan polisi saat disergap, seorang pencuri ternak di
Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, terpaksa ditembak. Pelaku
bernama Kusri (38) dilumpuhkan oleh Satuan Unit Reaksi Cepat Polsek Wotu
saat membongkar sindikat pencurian ternak pada Senin (2/7/2012).
Kepala
Unit Reskrim Polsek Wotu Aipda Marthen Luther menjelaskan, Kusri yang
mengaku warga Desa Lakawali, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur
ditangkap di tempat persembunyiannya di Desa Karambua. Pelaku sempat
melawan polisi ketika hendak ditangkap. Bahkan tersangka hendat merebut
pistol polisi. Akhirnya duda tiga anak ini menyerah setelah peluru
menembus kaki kirinya.
“Kami terpaksa menembak tersangka karena berusaha merebut pistol dari tangan anggota," ungkap Aipda Marthen.
Terbongkarnya
jaringan pencurian ternak berupa sapi dan kerbau di Kabupaten Luwu
Timur, berawal dari tertangkapnya Suhartono, saat sedang mengangkut sapi
curian di Desa Karambua, Kecamatan Wotu.
Beberapa hari kemudian,
polisi akhirnya meringkus Safei dan Kusri di lokasi persembunyianya.di
wilayah Desa Karambua. Dari tangan Kusri dan Safei, polisi menyita
barang bukti satu ekor sapi dan juga satu unit mobil Isuzu Phanter yang
selama ini digunakan pelaku sebagai kendaraan pengangkut sapi curian.
Kusri
duda tiga anak ini, mengaku bahwa aksi pencurian yang dilakukannya
selama ini karena tidak memiliki pekerjaan lain. Sementara dia harus
menghidupi tiga orang anaknya yang masih bocah. “Awalnya saya bekerja
sebagai petani rumput laut, tetapi hasil dari bertani rumput laut, tidak
dapat mencukupi kebutuhan keluarga," ungkap Kusri, yang sedang
terbaring di Rumah Sakit I Lagaligo, Wotu.
Sementara itu, Kapolres
Luwu Timur, AKBP Andi Firman membenarkan adanya penangkapan gembong
pencurian ternak di wilaya hukumnya. “Tersanga selama ini masuk dalam
daftar pencarian orang (DPO) dengan berbagai kasus pencurian. Selain
itu, mereka juga telah beberapa kali keluar masuk rumah tahan
(resedivis)," tegas Andi Firman.
