Tahahan Kabur Dibantu Pacarnya
Kurang dari 15 jam, aparat Sat Reskrim Polresta Medan menangkap tiga
tahanan yang kabur dari Rumah Tahanan Polisi (RTP) Polresta Medan, Jumat
(6/7/2012).
Ketiganya kabur berkat gergaji yang diselundupkan Siti Nurhasanah (25), pacar seorang tahanan saat membesuk.
Setelah
Raja D Pasaribu diamankan satpam perumahan Villa Jati Mas, Kamis
(5/7/2012) dini hari, dua rekannya, Samsudin (34) dan Dedi Irianto
Nasution (31) dibekuk beberapa jam kemudian di dua lokasi berbeda.
Samsudin
alias Udin ditangkap di Binjai, Kamis sekitar pukul 17.00 WIB. Dedy
Irianto Nasution ditangkap dekat rumahnya di Pasar 11 Tembung, Kamis
sekitar pukul 22.00 WIB.
"Keduanya diamankan saat tertidur. Tidak
ada perlawanan dalam penangkapan tersebut," ujar Kasat Reskrim Polresta
Medan Kompol Yoris Marzuki.
Dedi adalah warga Jalan Kelambir V,
Gang Tower, Medan Helvetia. Dedi merupakan tersangka pembunuhan
Irwansyah di Jalan Letda Sujono, Gang Sepakat, Bandarselamat, Medan
Tembung, beberapa waktu lalu.
Samsudin masuk penjara karena
terlibat pencurian, dengan kerugian korban lebih dari Rp 1 miliar.
Sedangkan Raja Daud Pasaribu merupakan tersangka kasus perkosaan
terhadap anak di bawah umur.
Dedi berperan sebagai otak yang
merencanakan pelarian ketiga tahanan Polresta Medan, Kamis pukul 03.30
WIB. Mereka kabur setelah menggergaji jeruji besi ventilasi penjara yang
menghadap ke perumahan Villa Jati Mas.
David tertangkap satpam perumahan, sesaat setelah melompat dari selnya. Sementara Dedy dan Samsudin berhasil kabur lebih lama.
Dua gergaji besi yang digunakan ketiga tersangka ternyata diselundupkan pacar Samsudin, Siti Nurhasanah.
"Dari
pemeriksaan sementara, yang bersangkutan memasukkan gergaji ke dalam
pakaian saat berkunjung. Karena dia perempuan jadi tidak diperiksa,"
kata Yoris.
Soal sanksi tambahan terhadap para tahanan, Yoris menyatakan belum bisa memastikannya.
"Sanksi tambahan ada, nanti kami bahas," cetusnya.
Sebelum
menangkap Dedi dan Samsudin, polisi lebih dulu mengamankan Nurhasanah,
Kamis sekitar pukul 15.00 WIB. Dari pacar Syamsudin inilah polisi
mengetahui kedua tahanan tersebut.
Dalam pemeriksaan, Nurhasanah,
warga Jalan Rupat, mengaku menyelundupkan gergaji tangan saat menjenguk
Samsudin. Sang pacar menghubungi Nurhasanah via selular, pada 29 Juni
sekitar pukul 08.00 WIB.
