Ricuh Saat Pembagian Lapak Ikan

 
Pembagian lapak untuk pedagang ikan di Pasar Mbongawani, Kelurahan Mbongawani, Kecamatan Ende Selatan, Kabupaten Ende, NTT, Jumat (6/7/2012) ricuh. Sejumlah pedagang menolak karena menilai proses pembagian tidak adil.
Kericuhan juga dipicu karena jumlah lapak tidak sebanding dengan jumlah pedagang di Pasar Mbongawani. Pedagang berjumlah ratusan orang sedangkan lapak yang disediakan hanya 24 lapak.
Sejak pagi puluhan anggota polisi dari Polres Ende dibawah pimpinan Wakapolres Ende, Kompol Dede Rachmana, SH, Sik bersama anggota Pol PP serta anggota TNI dari Kodim 1602 Ende, mendatangi lokasi pasar guna mengamankan pelaksanaan pembagian lapak.
Pada saat tim dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Ende sedang membagi lapak tiba-tiba sejumlah pedagang memprotes pelaksanaan pembagian lapak yang mereka nilai tidak adil. Seorang pedang ikan diketahui bernama Abudllah Hazim langsung mendatangi Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Ende, Yosep Woge.
Abdullah meminta untuk meninjau kembali proses pembagian  pasar. Abdullah bahkan meminta kepada Kadis untuk bertangungjawab apabila terjadi hal-hal negatif diantara para pedagang.
Yosep Woge yang terus dituding lantas berbalik memarahi Abdullah. Polisi dan Pol PP yang berada di lokasi lantas mengamankan Abdullah. Meskipun telah diamankan namun Abdullah terus memprotes pelaksanaan pembagian los pasar yang mereka nilai sangat tidak adil.
"Bagaimana mungkin kami pedagang jumlah banyak namun yang disediakan hanya 24 lapak. Lalu kami yang tersisa mau dikemanakan," teriak Abdullah.
Abdullah meminta agar pemerintah untuk lebih bijaksana dalam melakukan pembagian los pasar sehingga tidak menimbulkan konflik diantara para pedagang.
Dia juga meminta kepada pemerintah untuk menghentikan pelaksanaan pembagian lapak pasar sebelum dibangun lapak pasar yang baru. Dengan demikian semua pedagang bisa mendapatkan lapak agar tidak terjadi konflik diantara para pedagang.
Yosep Woge mengharapkan kepada pedagang yang belum mendapatkan lokasi lapak agar bersabar karena lapak yang tersedia saat ini hanya 24 lapak. Khusus untuk pedagang yang belum mendapatkan lapak akan mendapatkan jatah di waktu berikutnya.
"Kami pastikan bahwa akan segera dibangun los pasar yang baru di tahun 2012. Saat ini sedang dalam proses administrasi pelelangan. Bagi pedagang yang belum dapat akan mendapatkan giliran berikutnya," kata Yosep.
Meskipun sempat diwarnai dengan penolakan sejumlah pedagang namun proses pembagian lapak tetap berlangsung dibawah pengamanan angggota polisi, tentara dan Pol PP.

Postingan Populer