Dua Permintaan Pilot Sukhoi Selama Penerbangan
| Pilot Sukhoi Superjet-100, Alexandr Yablontsev (kiri), berpose bersama duapramugari dan kopilot sebelum terbang . (sergeydolya.livejournal.com) |
Selama di bawah pengawasan petugas pemandu pesawat pada ketinggian
10.000 kaki di menara kontrol Bandara Internasional Soekarno-Hatta,
Aleksandr Yablontsev berkebangsaan Rusia, pilot pesawat Sukhoi Superjet
100 mengajukan dua permintaan izin.
Pertama, menurunkan posisi
pesawat dari ketinggian 10.000 kaki ke 6.000 kaki. Kedua, melakukan
manuver orbit (memutar) ke kanan. "Permintaan itu diajukan dan
disetujui petugas pemantau dari menara kontrol, karena posisi pesawat
berada di kawasan aman untuk manuver, di atas Atang Sanjaya," kata
Deputy Senior General Manager PT Angkasa Pura Cabang Bandara
Soekarno-Hatta Mulya Abdi kepada Kompas, Sabtu (12/5/2012).
Menurut
Mulya, sebagai lokasi pelatihan pesawat kawasan seluas 7 mil tersebut
bebas dari gunung dan perbukitan. "Kawasan Atang Sanjaya ini steril
dari gunung dan perbukitan. Di kawasan ini, pesawat bebas melakukan
manuver apa saja. Bukan hanya pada ketinggian 6.000 kaki. Akan tetapi,
pesawat latih dari instansi khusus juga melakukan landing (pendaratan)
dan take off (lepas landas) di area ini," tutur Mulya.
Menurut
Mulya, selain meminta turun dari ketinggian 10.000 kaki ke 6.000 kaki,
petugas juga memenuhi permintaan pilot melakukan orbit kanan. Setelah
menyetujui permintaan pilot melakukan orbit ke kanan, kata Mulya, tak
lama berselang kontak dengan pesawat itu hilang.
"Berapa lama selisih waktu itu, kami belum mengetahui secara pasti," jelas Mulya.
Sementara posisi lokasi kecelakaan berada di sisi selatan dari kawasan Atang Sanjaya.(kompas)
