Baru Masuk Sekali, Keburu Kepergok Satpol PP
TARAKAN – Niat ingin curhat tentang permasalahan yang sedang
dihadapinya, namun perlakuan asusila yang didapatnya. Itulah kisah yang dialami
Rz (18) siswi kelas 3 salah satu Sekolah Menengah Atas Negeri di Tarakan, yang
tak lain pelakunya itu adalah Aw (25) kekasihnya yang baru dipacarinya selama
beberapa minggu ini.
Awalnya kelakuannya ini terdeteksi
diperumahan pegawai negeri sipil berkat laporan dari warga sekitar, lantas
satuan polisi pamong praja kota tarakan meluncur ke tempat kejadian perkara.
“Dia kujemput sewaktu dia mau ke sekolah,” ucap Aw. Menurut keterangannya,
sebelumnya dia juga pernah melakukannya hal yang sama kepada Rz namun itu di
tempat yang berbeda. “Waktu itu di rumah kontrakan saya, dan yang tadi itu yang
kedua kalinya. Baru saja masuknya satu kali tapi sudah kepergok oleh Satpol PP,”
kata Aw pada wartawan.
Aw yang merupakan karyawan baru
pada salah satu bank ditarakan ini, mengatakan bahwa tidak ada pikiran untuk
melakukan tindak asusila pada kekasihnya tersebut. Namun pada saat Rz memeluk
Aw, nafsu bejatnya Aw sudah tak terkontrol lagi. “Gak tahu, tiba-tiba saja kami
sudah berciuman,” ucap Aw. Rz yang dikenal pendiam sekolahnya ini, sontak
membuat pihak sekolah kaget. “Menurut informasi dari teman-temannya, Rz ini
terbilang pendiam dan tidak mempunyai masalah dengan temannya. Mungkin
pikirannya lagi terbengkalai karena orangtua baru broken,” kata Sudarsono Kepala Sekolah tempat Rz belajar.
Terpisah, Mezak JB, Kepala Seksi
Penertiban dan penyidikan Satpol PP kota tarakan melalui Kamshir menjelaskan
bahwa pelaku ‘bermain’ diatas kloset perum PNS tersebut dengan posisi Rz
dipangku oleh Aw dan kondisinya pun hanya 50 telanjang. “Jadi tidak telanjang
penuh, hanya celananya saja yang dibuka,” ucap kamshir. Dengan begitu pelaku
akan dikenakan peraturan daerah tentang larangan tindak asusila. “Dia (Aw) akan
dikenakan perda no 21 tahun 2000 tentang larangan melakukan tindak asusila dan
sebelumnya akan dipanggil kedua orangtua mereka agar mengetahui kelakuan anak
mereka,” tutupnya.
