3 bulan tidak dinafkahi, tapi suami tetap minta 'jatah'
| BD dan PR ketika diamankan satpol pp |
TARAKAN –
Salah satu oknum PNS kota tarakan dilaporkan kepada satpol pp oleh sang istri
lantaran sang suami seluingkuh dengan wanita lain. Kecurigaannya diketahui oleh
sang istri ketika setiap pagi sang wanita selingkuhannya ini treus mengirimkan
SMS mesra kepada suaminya.
Diketahui DN
sang istri yang bekerja sebagai karyawan perusahaan swasta di tarakan
melaporkan kelakuan nakal sang suami, BD yang keseharian bekerja sebagai
pegawai negeri sispil disalah satu instansi pemerintah linkungan kota tarakan.
BD dilaporkan kepada pihak satpol pp pada hari selasa (15/5) oleh sang istri
atas tuduhannya bahwa BD selingkuh dengan PR, seorang janda yang disinyalir
sebagai selingkuhannya. “Laporan kami terima sekitar 2 hari yang lalu dari sang
istri, sehingga pihak kami mempelajari tentang kasus ini. Dan kemarin (17/5)
kami bisa mengamankan PR dan BD dari rumah sewanya,” ucap kepala satuan polisi
pamong praja, Dison SH.
Dison juga
menjelaskan bahwa laporan tersebut untuk membantu menyelesaikan permasalahan
keluarganya. “DN meminta bantuan satpol pp untuk membantu mengembalikan BD
kepada sang istri,” jelas Dison. BD ini akan dikenakan peraturan daerah nomor
21 tahun 2000 tentang larangan tindakan tunasusila. Ketika ketiga belah pihak
melakukan musyawarah, ketiga pihak tersebut ngotot dengan argumen masing-masing
yang memberatkan BD untuk memilih. “BD sempat pingsan ketika masing-masing
keluarga BD, DN dan PR menuntut BD untuk memilih, pasalnya penyakit BD yaitu
penyempitan pembuluh darahnya kambuh,” terang dison.
Rumah sewa
yang berada di gang familiy daerah kelurahan selumit ini, menurut data yang
dihimpun merupakan rumah sewa milik teman SR. mereka diamankan dan dibawa ke
kantor satpol pp pada pukul 03.00 wita dini hari kemarin. Awalnya, pada saat
petugas mengetuk pintu rumah dan BD membuka pintu, BD sempat kaget lantaran
mereka mendapat ‘tamu’ dari satpol pp. Pada saat ditemukan, BD dan SR memang
dalam keadaan berbusana, namun terlihat tubuh SR sedang berbadan dua. “Didalam
rumah tersebut terdapat BD yang tidur diluar bersama anak kandung PR, dan
didalam kamar terdapat PR dan anak pemilik rumah yang tengah tidur bersama,”
jelas dison.
Menurut
informasi yang terhimpun, BD dan PR sudah melakukan perselingkuhan selama 8
bulan. “Namun isunya 2 tahunan, tapi menurut BD hanya 8 bulan dan PR ini hamil
juga 6 bulan,” ungkap dison. DN mengaku pada waktu sebelumnya, sempat mengancam
BD untuk di adukan ke BKD kota tarakan tentang permasalahannya. Namun DN lebih
memilih satpol pp untuk mengamankan BD dan PR. “Saya bingung mau laporkan ke
siapa, akhirnya memilih satpol pp saja karena kebetulan banyak teman saya,”
ungkap DN. DN juga mengungkapkan bahwa diinya juga selama 3 bulanan tidak
dinafkahi secara finansial namun DN selalu ‘dipakainya’ untuk nafsu birahinya.
DN yang
mempunyai 1 anak yang berusia 10 tahun ini menjelaskan, bahwa dirinya pernah
mempergoki kedua disebuah hotel ditarakan. Setelah mereka berpapasan, DN sempat
menampar BD dan PR yang sedang berada di lobby hotel tersebut. “Saya sempat
menampar mereka, tapi pada saat BD ingin menampar saya, dia dihalangi kakak
ipar saya yang kebetulan ikut dengan saya,” ucapnya. DN mengaku bahwa merupakan
kali pertama BD berselingkuh sejak pernikahannya dimulai pada tahun 2001 silam.
DN akan memikirkan langkah kedepannya untuk menyelesiakan permasalahan internal
mereka.
Permasalahan
yang berlangsung alot ini, kabarnya akan diperundingkan kembali di kantor
satpol pp kota tarakan pada pukul 09.00 wita
sabtu (19/5) pekan ini. Diharapkan [ada pertamuan berikutnya nisa
ditemukan titik temu yang bisa mendamaikan mereka.
