Curahan Hati DN, Istri Oknum PNS yang Selingkuh dengan Wanita Lain
|
DN, saat ikut hadir dalam persidangan suaminya di PN
Tarakan, kemarin.
|
Anggap Sebagai Ujian dari Tuhan, Yakin Suaminya Masih Cinta
Di sela-sela menghadiri sidang BD, suaminya yang tertangkap tangan sedang berduaan dengan
wanita lain di sebuah rumah kontrakan beberapa waktu lalu, DN sempat menyampaikan curahan hatinya kepada wartawan
koran ini. Sakit hati yang dipendam begitu lama akhirnya terkuak dalam
sebuah ‘drama’ penggerebakan oleh anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol
PP) Tarakan.
AGUS SUGIYANTO
Mengenakan baju warna merah, DN datang untuk menyaksikan sidang tindak pidana ringan
(Tipiring) suaminya (BD) dan PR (wanita selingkuhannya) di Pengadilan Negeri
Tarakan, kemarin (21/5). Meski tidak
bisa menyembunyikan raut kesedihannya, dia mencoba untuk tetap tegar menghadapi
persoalan yang sedang membelit keluarganya.
Kepada Kaltara Pos, wanita muda ini menceritakan awal
kisah kecurigaannya kepada sang suami. Cinta
segitiga mereka, kata DN berawal sejak 8 bulan silam. Ketika itu DN menaruh curiga dengan short
message service (SMS) atau pesan singkat lewat
handphone yang begitu mesra dari
PR untuk BD sang kekasih, yang tak lain suaminya.
DN sebagai
istri sah menurut agama dan negara ini pun marah. Lantas
cemburu dan curiga karena selain isi SMS yang memanaskan hati tersebut, juga
keanehan dari BD yang semula handphone biasanya hanya di taruh dimeja dan kini handphone miliknya selalu dikantongi kemana pun ia pergi.
Sekian lama waktu berjalan, kecurigaan dan rasa sakit hati yang disimpan DN terhadap suami tercintanya BD pun tak
tertahankan lagi. Puncaknya, pada 15 Mei 2012 lalu, DN pun melaporkan kelakuan sang suami
kepada Satpol PP Kota Tarakan.
Dia meminta anggota Satpol PP agar mengamankan BD yang diketahui menginap pada
salah satu rumah sewa di daerah Selumit. Setelah beberapa hari petugas mempelajari suasana, tepat
pukul 03.00 wita pada 17 Mei 2012 petugas mendatangi rumah sewa
tersebut. Ketika
itu, petugas menemui BD beserta
rekannya termasuk PR sang WIL (wanita idaman lain) yang ikut berada
di rumah tersebut.
Selama suaminya selingkuh, DN mengaku selalu tabah menghadapi. Suaminya memang telah menambatkan hatinya ke wanita lain.
Namun DN tetap yakin, akan cinta yang dimiliki oleh BD tetap
miliknya. Ini dibuktikan ketika ketiganya dipertemukan oleh Satpol PP yang dalam
satu meja. Hasilnya, BD pun membuat perjanjian untuk tidak berhubungan kembali
dengan PR untuk selamanya.
Sakit hati
yang diderita DN selama ini tidak terlalu mempengaruhi semangat untuk terus
hidup lebih baik. Dan itu telah dibuktikan oleh DN sendiri.
“Petamanya memang berat sampai tidak bisa makan. Tapi setelah
dipikir baik-baik, saya serahkan pada Yang Di Atas (Tuhan). Dan dari situ saya pun
kuat untuk menghadapinya,” ucap DN di sela-sela persidangan suaminya. “Anggap saja itu ujian dari tuhan,” imbuhnya.
DN juga
memberikan alasan kenapa dia memiliki kekuatan untuk bertahan menghadapi semua.
“Karena anak, BD adalah pilihan hati yang pertama dan terahkir bagiku untuk
memulai dengan yang baru sangat sulit,” ungkapnya. Perjuangan hidup yang
dimulai bersama-sama dari nol hingga menjadi ‘orang yang
punya’ ini, menjadikan
alasan DN berat untuk meninggalkan kisahnnya tersebut.
Terkait dengan pengalaman pahit yang dihadapinya, DN mengajak para wanita di Indonesia terutama di Kota Tarakan untuk terus bangkit meskipun dalam kondisi keterpurukan
menghinggapinya. Jangan jadikan segala permasalahan menghambat untuk terus bangkit. “Kan hidup tidak untuk selamanya,” pungkasnya.
