Dinsosnaker Anggap Hanya Miskomunikasi
Dianggap tidak merespon saat dimintai
penanganan orang terlantar beberapa waktu lalu oleh Satuan Polisi Pamong Praja
(Satpol PP) ketika ada orang terlantar dari Kampung Arab, Tanjung Selor di
Tarakan, Dinas Sosial Tenaga Kerja (Dinsosnaker) angkat bicara. Menurut Agus
Rachmansyah, Kepala Bidang (Kabid) Sosial Dinsosnaker, kejadian itu hanya miskomunikasi
saja antara stafnya dengan Satpol PP. Sebab pihaknya mengaku siap untuk
menampung para warga terlantar di Tarakan.
“Kemarin malamnya, pak dison menelpon saya
kemudian tidak lama ibu puspa juga telepon saya. Katanya handphonenya ada
dikamar saja, maklumlah kan ibu-ibu,” terang agus. Menurutnya, hal tersebut
hanyalah hal yang biasa, pasalnya kala itu juga masih berada dalam waktu libur
panjang.
“Memang orang terlantar seperti kasus itu kami
yang tangani hingga pemulangannya ke kampung halaman, dan mereka akan
ditempatkan pada shelter yang telah kami siapkan,” jelas Agus.
Menjadi bagian tanggung jawabnya, Agus
mengatakan akan terus bekerjasama dengan pihak satpol pp untuk menanggulangi
dan memfasilitasi masalah tersebut . “Jadi jangan samakan jam Dinas kami sama
seperti Satpol PP yang 24 jam non stop, meskipun akhir pekan kami siap melayani
mereka dam situasi emergency,” ucapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Sabtu (19/5) lalu Satpol PP mengamankan
seorang perempuan terlantar. Perempuan yang diketahui bernama Masriah (39) tersebut
langsung ditangani Satpol PP dan dibawa ke RSUD Tarakan karena dianggap
mempunyai masalah dengan kejiwaannya. Dison SH, Kepala Satpol PP sempat
menghubungi Bagian Sosial Dinsosnaker untuk membantu menampung wanita terlantar
tersebut, tapi tidak ada basalan.
