Tes Keperawanan di Sekolah
"Terlepas dari saya sependapat apa tidak, saya ingin tanya, apa itu
penting dan prioritas untuk dilakukan," kata Gus Ipul, sapaan akrab
Syaifullah Yusuf saat ditanya wartawan tentang tes keperawanan sebagai syarat masuk sekolah.
Gus Ipul menjelaskan, masih banyak hal lain agenda PSB yang harus
diperbaiki, dari pada sebatas mengetahui kondisi keperawanan calon
siswa perempuan. "Terus seandainya ada yang tidak perawan tidak boleh
sekolah? Seperti tidak ada kerjaan saja kalau itu harus dilakukan,"
tegasnya.
Pria yang juga Ketua GP Anshor tersebut mengatakan, pemerintah harus bisa
memberikan hak yang sama kepada warganya untuk menikmati layanan
pendidikan secara merata tanpa adanya diskriminasi. Pendidikan, yang
nantinya bisa menjadikan anak bangsa pandai, dianggap lebih penting
dalam upaya perbaikan moral.
"Sing penting yok opo kabeh iso sekolah, ben oleh ilmu supoyo iso jogo
keperawanane. Lhak ya ngono to sing bener. (Yang penting bagaimana
semua bisa sekolah, supaya pandai dan bisa menjaga keperawanannya. Kan
seperti itu yang benar)," pungkas Gus Ipul.
Sebelumnya, DPRD Kabupaten Malang mendukung adanya wacana tes
keperawanan kepada calon siswa perempuan di setiap agenda PSB.Wacana
tersebut digulirkan setelah Badan Penelitian dan Pengembangan
mengumumkan hasil penelitian, 40% pelajar perempuan setingkat SMA
pernah melakukan hubungan layaknya suami istri.
