Masyarakat Menilai Satpol PP Lambat Menangani Pengetap


ANTREAN : Setiap hari terjadi antrean panjang pada kedua SPBU

TARAKAN – Permasalahan pada bidang BBM bersubsidi belum berhenti hingga saat ini. Pengawasan dan tindakan yang dilakukan oleh Satpol PP Kota Tarakan pun dinilai lambat dalam mengambil tindakan oleh masyarakat. Namun satpol pp berkomentar dengan kalimat yang sangat kontroversial.

Masih terjadinya antrean panjang disetiap SPBU ternyata menandakan masih berlanjutnya kelangkaan BBM bersubsidi di ‘ladang minyak’ ini. Beberapa masyarakat beranggapan bahwa terjadinya antrean yang berkepanjangan ini diakibatkan oleh oknum pengetab yang  sering membeli premium secara berulang. Petugas Satpol PP yang selalu mengawas SPBU ini oleh masyarakat dinilai kambat dalam menangani pengetab tersebut. “Manalah mas, Satpol PP  itu cuma nongol depan pompa saja,” terang Usman saat antre di SPBU mulawarman.

Menurut Usman, petugas seharusnya cepat tanggap dan aktif dalam bertindak dan pengawasan sehingga kegiatan pembelian berulang dapat diminimalisir. Usman beranggapan bahwa kegiatan tersebut ada unsur kerjasama dengan petugas SPBU yang secara terang-terangan memberikan kesempatan konsumen untuk membeli secara berulang. “Coba deh kalau nangkap pengetab sekaligus petugas SPBUnya juga dong, masa cuma ecek-eceknya saja,” ucap Usman.

Kepala satuan polisi pamong praja kota tarakan pun menyangkal akan tuduhan masyarakat yang kurang licah menindak para pengetab BBM bersubsidi ini. Petugas Satpol PP sendiri telah mengerahkan petugas yang ditugaskan untuk mengawasi setiap kegiatan di SPBU. Dan daripada itu, Satpol PP telah melakukan penangkapan dan kerap kali Satpol PP membawa para oknum pengetab untuk disidangkan dan ada beberapa yang telah dipenjarakan. “Nanti lihat sajalah,” ucap dison singkat. (*/gus)

Postingan Populer