Kuliah pakai seragam, mahasiswa demo
Dalam aksi yang mereka namakan Gerakan 15
Juni Mahasiswa Bersatu itu juga menuntut pembantu ketua III yang
membidangi kemahasiswaan mundur dari jabatannya karena tidak mampu
membina mahasiswa dan hanya mengambil keuntungan terhadap kegiatan
kemahasiswaan.
Maskur, koordinator aksi dalam orasinya
menyampaikan kampus yang dijalankan dengan prinsip bisnis hanya akan
merugikan mahasiswa dan memberikan keuntungan bagi segelintir orang
saja. "Kami sudah bukan anak-anak TK/SD atau SMP dan SMA harus pakai
seragam ke kampus. Hanya di kampus ini yang menerapkan aturan seragam
kuliah. Sangat aneh kalau ada penyeragaman baju mahasiswa," katanya
lantang.
Orasi sekitar 1 jam yang dilakukan mahasiswa tidak
mendapat respon dari pimpinan kampus. Permintaan mereka agar ketua STKIP
M. Hafidz keluar menemui mereka, tak digubris. Akhirnya mereka menyegel
pintu utama kampus tersebut dengan rantai dan gembok besi. Akibatnya,
ratusan mahasiswa dan dosen terkurung tidak bisa keluar dari gedung
utama.
"Sampai kapanpun kami tidak akan buka segel ini kalau tidak ada satupun perwakilan pimpinan yang menemui kami," kata Maskur.
Setelah
terjalin negosiasi keamanan kampus dengan mahasiswa, akhirnya M. Hafidz
keluar menemui mahasiswa. Hafid mengatakan, kebijakan seragam batik
bagi mahasiswa sudah berdasarkan pertimbangan yang cukup matang. "Kita
tidak tahu siapa yang keluar masuk di kampus ini. Akibatnya banyak
kehilangan di kampus ini. Baik aset kampus sendiri, ataupun kendaraan
mahasiswa," terangnya.
Ditambahkan Hafidz, kenaikan biaya UAS yang
jadi tanggungan mahasiswa, sudah berdasarkan kalkulasi biaya
operasional. "Silahkan kalian kalkulasi sendiri biayanya. Tidak mungkin
kami mengambil keuntungan dari hal-hal semacam itu," imbuhnya.
Penjelasan
itu ditanggapi para mahasiswa dengan imbauan untuk meningkatkan
keamanan. "Jika keamanan di kampus ini bobrok, jangan mahasiswa yang
dikorbankan harus pakai seragam, tetapi satpam yang harus bertindak
tegas," tandas Maskur.
Setelah terjadi dialog, akhirnya mahasiswa
membuka segel rantai di pintu utama gedung kampus tersebut. Selama dua
jam lebih, mahasiswa dan dosen terkurung di dalam kampus.
