Tahun depan, kelinci diberdayakan untuk bahan pangan


Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas menegaskan keinginan pemerintah tahun mendatang untuk pengadaan daging kelinci sebagai salah satu aspek yangakan diberdayakan untuk memenuhi kebutuhan daging nasional.


Strategi ini sebagai bagian dari penyediaan bahan pangan sumber protein hewani untuk peningkatan kualitas gizi masyarakat. "Terutama bagi masyarakat kurang mampu," ujar Deputi Bidang Pendanaan Pembangunan Kementerian PPN, Wismana Adi Suryabrata, dalam rapat pembahasan RKP 2013 bersama Badan Anggaran DPR di gedung DPR, Senin (18/6).


Menurutnya, hewan kelinci memiliki potensi yang cukup besar untuk diberdayakan demi mewujudkan ketahanan pangan nasional. Alasan tersebut menjadi dasar diterimanya usulan pengembangan kelinci menjadi rencana kerja nasional.


"Daging kelinci bisa diterima karena salah satu sumber yang bisa dioptimalkan," tuturnya.


Namun, kata Wismana, pemerintah belum menentukan besaran dana yang disiapkan untuk menunjang program swasembada daging kelinci ini. Selain kelinci pemerintah juga berencanaterus mengembangkan ternak sapi, kerbau, unggas, kambing atau domba dan babi serta perikanan.


Produksi daging sapi ditargetkan sebesar 566 ribu ton dan ikan 18,49 juta ton yang terdiri dari perikanan tangkap sebanyak5,47 juta ton dan budidaya 13,02 juta ton. "Ini sebagai langkah perlindungan dan pemberdayaan petani dannelayan," imbuhnya.


Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan, produksi daging kelinci Indonesia baru mencapai 100 kg per hari. Padahal keperluannya mencapai ribuan ton. Pasar Eropa juga terbuka karena daging kelinci praktis tidak mengandung kolesterol dan memiliki kadar serat yang baik untuk pencernaan.


Dengan gambaran tersebut, potensi pengembangan pengadaan daging kelinci dalam negeri dinilai menguntungkan. Terlebih, budidaya hewan bertelinga panjang ini pun tidak begitu sulit.


Postingan Populer