Tetap Utang, Kebutuhan Anggaran Semakin Besar
Pemerintah mengakui, kebutuhan anggaran tahun depan semakin besar
untuk menopang laju pertumbuhan ekonomi. Selain memperbesar alokasi
belanja modal, pemerintah juga masih harus mengalokasikan kebutuhan
anggaran untuk Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Otoritas Jasa Keuangan
(OJK), dana alokasi khusus pada DIY,dan program E-KTP.
besarnya kebutuhan anggaran dijadikan alasan pemerintah untuk tetap
mengutang demi menutupi defisit anggaran. Kebutuhan anggaran untuk
pos-pos tersebut akan diambil dari penarikan Surat Utang Negara (SUN).
Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan, kebutuhan tersebut
membuat pemerintah menaikkan besaran defisit dari 1,62 persen menjadi
1,65 persen tahun depan.
"Defisit 1,65 persen terhadap PDB setara dengan Rp 153,3 triliun," ujarnya saat ditemui di Gedung DPR, Selasa (23/10).
Meski masih bergantung pada utang, Agus Marto mengklaim angka ini
mengalami penurunan dari dibandingkan tahun ini. Alasannya, pada 2012
total pembiayaan dari utang mencapai Rp 190 triliun. "Jumlahnya jauh
menurun," ucapnya.
Defisit anggaran tahun depan, lanjutnya, akan dibiayai dari
sumber-sumber pembiayaan dalam negeri sebesar Rp 172,8 triliun dan
pembiayaan luar negeri (netto) sebesar Rp 19,4 triliun.
"Penetapan defisit tergolong tepat dan realistis demi menjaga kesinambungan fiskal," tuturnya.
