Perempuan Tua Digendam
Seorang warga Jl
Gajahmada, Kelurahan Karang Rejo, Tarakan bernama Meliani (67) mengaku menjadi korban penipuan yang diduga
dilakukan oleh beberapa warga negara asing (WNA) asal China
Aksi penipuan
dilakukan pada Jum’at (19/10) sekitar pukul 10.00 Wita. Saat itu, wanita kelahiran 1945 ini sedang
berada di Pasar Tenguyun Boom
Panjang untuk
belanja keperluan sehari-hari.
Tiba-tiba
ia dihampiri oleh wanita yang tidak dikenal yang mengatakan bahwa suami wanita
itu sakit kulit dan tidak sembuh-sembuh sampai sekarang. Tidak lama kemudian,
datang lagi seorang wanita yang mengatakan bahwa ia mengetahui dokter yang bisa
menyembuhkan penyakit tersebut yang berada tidak jauh dari Pasar Tenguyun.
Tanpa curiga, dua wanita tersebut meminta tolong kepada Meliani untuk mengantarkan wanita
itu ke dokter kulit
yang dimaksud. Awalnya, wanita tua ini menolak ajakan dua wanita itu. Namun entah mengapa tiba-tiba ia bersedia
mengikuti dua wanita tersebut.
Kemudian, ia diajak ke mobil yang telah menunggu di
depan penjual bunga di Pasar
Tenguyun. Selama berada di dalam mobil,
Meliani merasa bingung akan dibawa kemana, karena telah melewati tempat yang
dituju pada awalnya. Akhirnya, mobil Avanza berwarna biru tersebut berhenti di
daerah Gunung Lingkas.
Dua wanita tersebut mengacam Meliani dengan
mengatakan bahwa jika anaknya ingin selamat dan tidak celaka ia harus
menyerahkan uang dan emas pada dua wanita tersebut. “Pertama saya kasih anting
sama cincin saya, tapi mereka minta lagi emas sama uang tunai. Saya panik dan takut, akhirnya saya minta antarkan
ke rumah saya untuk mengambil emas dan uang tunai,” ucap Meliani.
Sesampai di rumah dengan diantar oleh dua wanita
tersebut, Meliani mengambil uang tunai sebesar 1 juta dan gelang emas seberat
30 gram. Setelah itu, ia dibawa lagi ke daerah Gunung Lingkas.
Kedua kalinya ia di sampai ke Gunung Lingkas, dan
menyerahkan uang tunai dan gelang emas yang baru saja ia ambil dari rumahnya.
Kemudian, ia di suruh pulang dengan berjalan kaki tanpa boleh melihat ke
belakang.
“Saya semacam tidak sadar juga. Karena saya mau saja disuruh sama
mereka,” ungkapnya. “Mereka tidak bisa berbahasa Indonesia, mereka pakai bahasa
Mandarin,” tambah wanita keturunan
tionghoa itu.
Kejadian tersebut
baru
dilaporkan oleh Meliani pada
Minggu (21/10) malam kemarin sekitar pukul 22.00
Wita.
Semula, Meliani mengaku takut untuk
melaporkan kejadian ini. Atas kejadian ini, Meliani mengalami kerugian materiil
kurang lebih Rp 25
juta. Kasus tersebut, hingga berita
ini turunkan masih dalam penyelidikan polisi.
Aksi
penipuan dengan cara gendam atau menghipnotis korbannya ini sempat sampai ke
telinga anggota Satpol PP. Bahkan Kepala Satpol PP Tarakan
Dison SH mengaku, sempat melakukan penelusuran terhadap jejak
pelaku yang diketahui 5 orang tersebut. Tiga orang di antaranya
wanita, 2 lainnya pria. Empat orang diketahui WNA dan 1
lagi penerjemah diduga WNI.
Berdasarkan laporan dari warga yang diterima
Satpol PP malam itu, kata Dison kepada wartawan kemarin, ada warga
yang menjadi
korban ‘gendam’. Diketahui warga Jl Gajah Mada,
namun belum diketahui namanya.
Pelaku dengan ciri dan jumlah yang sama,
tertangkap kamera CCTV di salah
satu hotel di bilangan Sudirman. Mereka terekam ketika hendak check in di hotel tersebut. Pelaku
utamanya diketahui berinisial CYW warga negara RRC yang
diketahui dari
identitas paspornya.
Mereka berniat mencari kamar yang di dalamnya
tersedia kamar mandi. Namun karena kamar yang dimaksud tidak ada, akhirnya
mereka keluar dari hotel tersebut.
Setelah itu, masih berdasar penelusuran Dison, tidak diketahui keberadaan mereka. Modus yang
mereka lancarkan terbilang baru, yakni mencari
korban wanita yang
usianya diatas 50 tahun.
Mereka (para pelaku) menggunakan mobil rental. Modus lainnya yakni dengan mengubah
penampilan, baik itu menyamar dengan berdandan seperti perempuan dan lain
sebagainya.
“Mengetahui
informasi tersebut, sekitar pukul 02.00 Wita, pihak Pol PP yang bekerja sama
dengan tenaga supranatural melakukan pencarian mbak. Diketahui
saat ini pelaku tengah berada di Pulau Bunyu. Sepengetahuan
kami, pelaku tersebut menggunakan ‘jimat’ dalam melancarkan aksinya, yakni
sepenggal bambu yang berukiran dan diisi dengan intan,”
tambah Dison
kepada Kaltara Pos
