Pegang Dada Ibu-Ibu di Pasar, Kakek-Kakek Babak Belur Dihajar Massa

Seorang pria yang sudah berumur sekitar 60 tahun atau boleh dibilang kakek-kakek babak belur dipukuli warga di Pasar Tenguyun (Boom Panjang), Jalan Kusuma Bangsa, siang kemarin (26/10) sekitar pukul 10.00 Wita.
Kakek-kakek berinisial AMD (60) ini, mengundang kemarahan warga lantaran perbuatan tidak senonohnya memegangi maaf—buah dada seorang ibu-ibu yang sedang berbelanja di pasar tersebut.
Informasi yang dihimpun media ini, kakek yang diduga mengalami gangguan jiwa itu, diduga telah melakukan perbuatan pelecehan seksual terhadap seorang wanita pengunjung pasar.
Kejadian tersebut bermula pada saat korban sebut saja Mawar—ibu muda yang menjadi korban pelecehan itu memasuki Pasar Tenguyun. Tanpa disadari, AMD yang ketika itu mengenakan celana pendek warna coklat dan baju koko lengan panjang berwarna putih terus memperhatikannya.
Entah hanya iseng atau memang sengaja, secara tiba-tiba Amd langsung memegang maaf—buah dada sang ibu sambil menunjukkan wajah tak berdosa.
Mendapat perlakuan itu spontan membuat korban kaget dan emosi. Dia pun langsung berteriak sambil memaki-maki pelaku.
Teriakan korban ternyata mengundang perhatian warga dan para pedagang di pasar tersebut.  Warga pun langsung medatangi si korban. Tak hanya itu, warga yang emosi melihah kelakuan AMd langsung  memukulinya beramai-ramai.
Merasa kualahan menghadapi amukan warga, Amd pun berteriak minta tolong dan mengaku salah, serta minta maaf atas perbuatanya. Namun hal itu percuma, warga yang sudah tersulut emosi tetap saja memukulinya.

Puas memukuli AMD, warga lantas melaporkan kejadian itu ke polisi. Tidak berselang lama polisi langsung datang ke TKP. Pelaku yang mengalami babak belur langsung dilarikan ke rumah sakit. Sementara korban dibawa ke Polisi untuk dimintai keterangannya.
Sesampainya di rumah sakit, Amd langsung mendapatkan penanganan di Ruang IGD RSUD Tarakan. AMd diduga mengalami gangguan jiwa. Hal dilihat saat mendapatkan perawatan. Beberapa orang yang ada di tempat itu dimarah-marahinya. Termasuk perawat dan wartawan.
Akibat amukan warga, AMD mengalami luka yang cukup parah. Termasuk di bagaian kepalanya yang bocor dan mengharuskan dijahit. Setelah mendapat perawatan, AMD langsung digelandang ke Mapolres Tarakan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.  Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan dari pihak kepolisian. Pasalnya pelaku dan korban masih dalam pemeriksaan.

Postingan Populer