Pegang Dada Ibu-Ibu di Pasar, Kakek-Kakek Babak Belur Dihajar Massa
Kakek-kakek
berinisial AMD (60) ini, mengundang kemarahan warga lantaran perbuatan tidak senonohnya
memegangi maaf—buah dada seorang ibu-ibu yang sedang berbelanja di pasar
tersebut.
Informasi
yang dihimpun media ini, kakek yang diduga mengalami gangguan jiwa itu, diduga
telah melakukan perbuatan pelecehan seksual terhadap seorang wanita pengunjung
pasar.
Kejadian
tersebut bermula pada saat korban sebut saja Mawar—ibu muda yang menjadi korban
pelecehan itu memasuki Pasar Tenguyun. Tanpa disadari, AMD yang ketika itu
mengenakan celana pendek warna coklat dan baju koko lengan panjang berwarna
putih terus memperhatikannya.
Entah
hanya iseng atau memang sengaja, secara tiba-tiba Amd langsung memegang maaf—buah
dada sang ibu sambil menunjukkan wajah tak berdosa.
Mendapat
perlakuan itu spontan membuat korban kaget dan emosi. Dia pun langsung
berteriak sambil memaki-maki pelaku.
Teriakan
korban ternyata mengundang perhatian warga dan para pedagang di pasar
tersebut. Warga pun langsung medatangi
si korban. Tak hanya itu, warga yang emosi melihah kelakuan AMd langsung memukulinya beramai-ramai.
Merasa
kualahan menghadapi amukan warga, Amd pun berteriak minta tolong dan mengaku
salah, serta minta maaf atas perbuatanya. Namun hal itu percuma, warga yang
sudah tersulut emosi tetap saja memukulinya.
Puas
memukuli AMD, warga lantas melaporkan kejadian itu ke polisi. Tidak berselang
lama polisi langsung datang ke TKP. Pelaku yang mengalami babak belur langsung
dilarikan ke rumah sakit. Sementara korban dibawa ke Polisi untuk dimintai
keterangannya.
Sesampainya
di rumah sakit, Amd langsung mendapatkan penanganan di Ruang IGD RSUD Tarakan.
AMd diduga mengalami gangguan jiwa. Hal dilihat saat mendapatkan perawatan.
Beberapa orang yang ada di tempat itu dimarah-marahinya. Termasuk perawat dan wartawan.
Akibat amukan warga, AMD
mengalami luka yang cukup parah. Termasuk di bagaian kepalanya yang bocor dan
mengharuskan dijahit. Setelah mendapat perawatan, AMD langsung digelandang ke
Mapolres Tarakan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Hingga berita ini diturunkan belum ada
keterangan dari pihak kepolisian. Pasalnya pelaku dan korban masih dalam
pemeriksaan.
