Pelajar SMP Mau Perang?
Sebanyak 41 pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang terdiri
dari tiga sekolah, SMP YPMI, SMP Asyafiah I dan SMP Assyafiiah II
diamankan di Mapolsek Metro Tebet Jakarta Selatan siang tadi. Para
pelajar tersebut akan melakukan penyerangan terhadap SMP Negeri 3
Manggarai di Jl Manggarai Utara, Tebet Jakarta Selatan.
"Informasi
dari kepala sekolah SMPN 3, akan ada penyerangan dari YPMII dan SMP
Assyafiiah," kata Kasi Humas Polsek Tebet, Aiptu Broto Suwarno di
kantornya Jl Soepomo SH, Selasa (23/10).
Broto mengatakan, puluhan siswa tersebut tertangkap oleh petugas
sekitar pukul 12.30 WIB siang tadi. Saat itu pihak Kepolisian menerima
laporan dari pihak sekolah SMP Negeri 3 bahwa akan ada penyerangan yang
dilakukan oleh sekolah gabungan. Atas laporan tersebut, kemudian petugas
menerjunkan 20 anggota gabungan dari Unit Reskrim, Bimas dan juga
Sabhara.
Benar saja, saat petugas memantau langsung sekitar 100 meter dari SMP Negeri 3, puluhan pelajar datang bermaksud itu menyerang sekolah tersebut. Melihat itu, petugas langsung menangkap mereka dan menggiring mereka dengan menggunakan Metromini 61 ke Mapolsek Tebet.
"Kami terjunkan anggota di lokasi kejadian, benar pas jam pulang sekolah mereka datang mau menyerang dan langsung kami amankan," papar Broto.
Dari tangan mereka petugas tidak menemukan barang bukti berupa senjata tajam yang biasa digunakan dalam tawuran. Meski demikian, petugas tetap mendata mereka dan akan memanggil pihak sekolah dan juga orang tua pelajar tersebut untuk dilakukan pembinaan.
"Dari pihak Kepolisian akan memanggil orang tua, pihak sekolah untuk membuat surat pernyataan untuk dilakukan pembinaan," kata Broto.
Benar saja, saat petugas memantau langsung sekitar 100 meter dari SMP Negeri 3, puluhan pelajar datang bermaksud itu menyerang sekolah tersebut. Melihat itu, petugas langsung menangkap mereka dan menggiring mereka dengan menggunakan Metromini 61 ke Mapolsek Tebet.
"Kami terjunkan anggota di lokasi kejadian, benar pas jam pulang sekolah mereka datang mau menyerang dan langsung kami amankan," papar Broto.
Dari tangan mereka petugas tidak menemukan barang bukti berupa senjata tajam yang biasa digunakan dalam tawuran. Meski demikian, petugas tetap mendata mereka dan akan memanggil pihak sekolah dan juga orang tua pelajar tersebut untuk dilakukan pembinaan.
"Dari pihak Kepolisian akan memanggil orang tua, pihak sekolah untuk membuat surat pernyataan untuk dilakukan pembinaan," kata Broto.
