Polisi Tak Yakin Cairan Spiritus Bakar Pasar Turi

Polisi tidak yakin, temuan cairan spiritus dalam botol mineral yang ditemukan pedagang saat kebakaran gedung Pasar Turi Lama, Minggu (16/9/2012) malam, itu terkait erat dengan peristiwa kebakaran. Karena jumlah cairan spiritus yang sedikit tidak akan mampu membakar gedung pasar berlantai tiga itu.

''Boleh saja masyarakat berasumsi, tapi lebih baik jangan menduga-duga dulu. Kita tunggu saja hasil penyelidikan tim labfor polisi,'' kata Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Tri Mariyanto Rabu (19/9/2012).
Untuk mengungkap kebakaran itu, menurutTri Maryanto, polisi tidak hanya mengandalkan hasil olah TKP, namun juga dengan menggali keterangan dari sejumlah saksi, baik dari pedagang maupun pihak keamanan pengelola pasar. ''Sampai saat ini sudah ada 13 saksi yang kami periksa,'' tuturnya.

Seperti diberitakan, seorang pedagang bernama Zaenal menemukan sisa cairan spiritus dalam botol air mineral di salah satu blok pasar saat mengevakuasi barang dagangannya. Saat dia akan menyerahkan botol itu kepada polisi, seorang petugas keamanan pasar sempat menghadangnya. Penghadangan itu melahirkan spekulasi bahwa ada unsur kesengajaan dalam kebakaran Pasar Turi Lama.

Kebakaran yang terjadi Minggu malam lalu adalah kebakaran kesekian kalinya yang melanda pasar pusat grosir terbesar di Indonesia timur itu. Terakhir, kebakaran terjadi pada 2007 lalu dan dianggap kebakaran terbesar yang melanda Pasar Turi. Karena besarnya api, sampai-sampai petugas perlu waktu tiga hari tiga malam untuk memadamkan api.

Sama seperti kali ini, isu adanya unsur kesengajaan pada kebakaran 2007 sempat menjadi pembicaraan hangat di masyarakat, namun sayangnya polisi hingga saat ini belum berhasil mengungkap penyebab kebakaran.

Postingan Populer