22 WNA Dideportasi Dari Tarakan

TARAKAN – Sebanyak 22 Warga Negara Asing (WNA) yang berada di Tarakan berhasil dideportasi ke Negara asalnya oleh Petugas Imigrasi Kota Tarakan. Sebagaian besar, WNA tersebut masuk ke tarakan lantaran ingin mencari suaka politik lantaran Negara asalnya yang tidak kondusif sedangkan sisanya yakni melakukan pencurian ikan di territorial laut tarakan.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas IIA Kota Tarakan, Irdamsyah mengatakan, pihaknya selama tahun 2012 lalu mencatat masih adanya WNA yang masuk ke Indonesia, khusunya tarakan tanpa memiliki surat administrasi yang resmi. Lantaran tak memiliki data administrasi yang lengkap dan jelasnya, pihaknya memilih untuk mendeportasi sejumlah WNA tersbut ke negaranya masing-masing. “Yang dideportasi oleh kami itu selama tahun 2012 ada sebanyak 22 orang,” jelasnya saat ditemui pewarta kemarin pukul 1400 Wita.

22 WNA masuk ke tarakan mempunyai 2 alasan pada saat itu, yakni mencari suaka politik dan tindakan pencurian ikan. “Yang mencari suaka politik berasal dari Pakistan sebanyak 17 orang dan lainnya berasal dari Filipina itu illegal fishing,” uajrnya. Pihaknya pun tidak mengetahui secara pasti apakah alasan yang dilontarkan mengenai Negara asalnya sedang tidak kondusif sehingga memutuskan untuk hijarh ke negara lain. “Kita tidak tahu jjuga apakah benar masyarakat Pakistan tidak layak untuk hidup dalam hidup disana. Artinya disini hanya sebagai Negara singgahan saja,” terangnya. Menurutnya, WNA asing ini masuk pertama kali melalui jalur tikus yang rata-rata berada dipemukiman warga pesisir.

Selain itu, tenaga asing yang juga merupakan WNA selama tahun 2012 lalu terdapat sekitar 50 orang yang resmi masuk melalui kantor imigrasi. “Tapi ada kemungkinan juga mengalami penambahan dari jumlah tersebut yang biasanya diadopsi oleh pelaku jasa penerbangan yang melakukan perijinan KITAS tersebut dikeluarkan dari Jakarta karena kantor pusat mereka ada dijakarta,” ucapnya. Jumlah WNA tersebut bekerja dan tersebar di wilayah Kota Tarakan dan Pulau Bunyu. “Rata mereka bekerja sebagai pekerja di sejumlah perusahaan yang lebih umum perusahaan udang, industry kayu dan berasal dari Malaysia, Filipina dan amerika.” singkatnya.

Postingan Populer